Dakwah
Dakwah adalah aktivitas para nabi dan rasul dan juga kewajiban kaum Rasulullah SAW., (kaum muslimin). Nama lain dari dakwah juga bisa amar ma'ruf nahi mungkar yang berarti mengajak kebaikan dan mencegah pada keburukan. Dakwah itu ruang lingkupnya bisa di mana pun dan kapan pun.
Dakwah itu hukumnya wajib bagi setiap muslim, seperti sabda Nabi Muhammad SAW., di dalam Hadist yang berbunyi :
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَة
Artinya : "Sampaikan dariku walau satu ayat ". (HR. Bukhori)
Contoh dari dakwah bisa mengingatkan teman yang berpacaran, yang disana Allah swt., melarang zina dalam al-Qur'an surat al-Isra' ayat 17.
Dakwah juga semua seruan yang menuju kepada kebaikan, tidak hanya dihadapan tempat umum saja.
Dalil yang menunjukkan kita untuk berdakwah dalam firman Allah swt., QS. an-Nahl ayat 125, yang berbunyi:
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ 125.
Artinya : "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (125)
Dan juga dalam firman Allah swt., yang lain dalam QS. al-Maidah ayat 104, QS., al-Maidah ayat 110 dan QS. al-Fussilat ayat 33, sebagai berikut:
QS. al-Maidah ayat 104
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ 104.
Artinya: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?" (104)
QS., al-Maidah ayat 110
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ 110.
Artinya :"Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (110)
QS. al-Fussilat ayat 33
وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ 33.
Artinya:" Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (33)
Orang yang tidak melakukan aktivitas dakwah, maka Allah swt., mengancam Jika kita tidak ada yang melakukan untuk mengingatkan, maka Allah akan mengazabkan orang yang tidak melakukan maupun yang melakukan dan orang tersebut membiarkan Allah swt., akan mengazabkan dengan orang yang tidak maka Allah tidak akan mengabulkan do'anya.
Seperti riwayat HR. Muslim, Siapa saja yang menyeru manusia pada hidayah maka ia mendapat pahala sebesar apa yang diperoleh orang-orang yang mengikuti tanpa mengurangi orang tersebut.
QS. Muhammad ayat 7
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ 7.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (7)
Dalam ayat di atas bahwa Allah swt., menjanjikan kepada orang yang beriman yang menolong di jalan agama Allah dengan berdakwah atau saling menasihati, maka Allah juga menolong dia serta akan meninggikan derajatnya atau kedudukannya.

Bagus dek
BalasHapusalhamdulillah
Hapus