Urgensi Niat yang Benar
Berburu ridhoNya dalam semua amal
- Niat itu seperti alamat surat.
- Apa yang terjadi jika tidak pada surat tidak tertulis alamat.
- Apa yang terjadi jika salah tulis alamat.
Inilah urgensi pembahasan tentang niat.
Niat ?
Niat secara bahasa al-qashdu (maksud) dan al-iradah (keinginan), dan kata lain qasadh quluub (maksud dan keinginan hati).
Definisi Niat
- Syaikh Abdurrahman Nashir al-Sa'di: Niat adalah maksud dalam beramal untuk mendekati diri pada Allah, mencari ridho dan pahalanya.
Tempat niat adalah di dalam hati, dan an-Nawawi berkata, tidak ada khilaf.
Fungsi niat, adalah sebagai berikut:
1) Membedakan antara satu ibadah dengan ibadah yang lain.
Contoh: Ibadah yang hukum fardu 'ain ada yang ibadah hukumnya sunah.
2) Membedakan antara ibadah dengan kebiasaan.
Contoh: Puasa, namun terkadang seseorang meninggalkan makan dan minum kebiasaan, tanpa ada maksud adalah ibadah.
3) Membedakan tujuan seseorang dalam beribadah.
Contoh: Apakah seseorang beribadah karena mengharapkan wajah Allah atau apakah ia beribadah karena selain Allah, seperti mengharapkan pujian manusia.
Bahaya Salah Niat
a. Mujahid masuk neraka.
b. Orang 'alim dan qori' masuk neraka.
c. Orang kaya masuk neraka.
d. Menuntut ilmu untuk menandingi para ulama' atau mendebat orang-orang bodoh atau memalingkan pandangan manusia kepadanya.
e. Berdebat dengan orang bodoh.
* Menuntut ilmu harus karena Allah swt.
* Belajar untuk ibadah dan mengajar.
* Ikhlas sebab derajat tinggi.
* Jatah ilmu sebanyak kadar ikhlas.
Syaikh Sholih al-'Ushoimi: " Seorang itu mendapatkan jatah ilmu, sebanyak kadar ikhlasnya". (Khulashoh Thalabul 'Ilmi:hal.11)
* Tidak cukup niat ikhlas, namun juga harus ittiba'.
* Semakin ikhlas, semakin banyak ilmu yang diperoleh.

Komentar
Posting Komentar